Kamis, 01 Mei 2014

Pengertian Dasar Akuntansi



Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Jurnal penerimaan kas adalah transaksi keuangan penerimaan uang / transaksi penjualan secara tunai
Journal atau jurnal umum, sesuai dengan namanya bahwa yang dinamakan dengan jurnal umum adalah jurnal dilakukan untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan. Semua transaksi yang melibatkan aspek keuangan dibuatkan jurnalnya masing-masing. Identitas yang digunakan dalam melakukan jurnal digunakan akun atau title untuk masing-masing karakteristik dari suatu transaksi. Jurnal itu disajikan dalam bentuk 2 kolom maka sering dinamakan dengan jurnal 2 kolom. Dilakukan jurnal atas transaksi berarti transaksi tersebut sudah dicatat dan dibukukan serta sudah dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai asas pencatatan akun berganda maka tidak ada satu transaksipun yeng melibatkan hanya satu transaksi saja, yang terjadi diharuskan melibatkan minimal dua akun dan hasilnya selalu balance.Semua transaksi harus dicatat atau dijurnal secara kronologis. Special Journal atau jurnal khusus adalah jurnal digunakan untuk menampung jumlah transaksi yang relatif banyak sehingga sangat tidak efisien kalau dalam pelaksanaan jurnal, nama akun dalam penjurnalan selalu diulang-ulang banyak sekali. Untuk menghindari terjadi pengulangan judul akun yang disebutkan secara berulang-ulang karena memang transaksinya sangat banyak diperlukan keefisienan dalam pencatatan transaksti tersebut. Bentuk special journal ini setelah diringkas menjadi beberapa jurnal khusus yang sudah kita kenal adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pembayaran kas, jurnal penjualan, jurnal pembelian, dll.
Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini: 1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi: - debet : pembelian - kredit : kas 2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara: a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi: - debet : utang usaha - kredit : kas. b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi: - debet : utang usaha - kredit : kas - kredit : potongan pembelian Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi: 1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi: - debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan - kredit : kas 2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi: - debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain. - Kredit : kas.
Jurnal pembelian adalah transaksi keuangan yang digunakan untuk mencatat pengeluaran uang dari pembelian secara kredit
Jurnal penjualan adalah transaksi keuangan yang digunakan untuk mencatat penerimaan uang dari penjualan secara kredit
Akun pendapatan dan beban merupakan akun nominal atau akun sementara yang dibuka untuk menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode. Akhirnya saldo laba/rugi dipindahkan (ditutup) ke akun modal, sehingga akun sementara itu bersaldo nol. Begitu juga dengan akun prive merupakan akun sementara yang digunakan untuk menampung (mencatat) penarikan modal selama satu periode akuntansi. Saldo prive ini juga dipindahkan (ditutup) ke akun modal.; Proses pemindahan akun sementara ke akun modal dicatat dalam jurnal umum yang disebut dengan jurnal penutup. Setelah selesai jurnal penutup kemudian diposting (dipindahbukukan) ke dalam buku besar yang sesuai. Sehingga akun buku besar nominal akan benar-benar bersaldo nol. Dapatkah Anda mengambil kesimpulan dari uraian di atas?
Jadi jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal. Dengan demikian fungsi jurnal penutup adalah: a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban. b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya. c. Menghitung modal akhir periode. Akun mana saja yang perlu ditutup? Sebagaimana yang telah Anda ketahui sebelumnya bahwa ada beberapa akun yang biasanya perlu ditutup pada akhir periode, yaitu: a. Akun pendapatan. b. Akun beban. c. Akun ikhtisar laba/rugi atau saldo laba/saldo rugi. d. Akun prive. Contohnya: a. Akun Pendapatan (bersaldo kredit) Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka akun Pendapatan dicatat sebagai berikut: Pendapatan Pada Debit xxxx Ikhtisar Laba/Rugi Pada Kredit xxxx b. Akun Beban (bersaldo debet) Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka dicatat sebagai berikut: Ikhtisar Laba/Rugi Pada Debit xxxx Beban Pada Kredit xxxx c. Akun Ikhtisar Laba/Rugi atau Saldo Laba/Saldo Rugi Bila diketahui ada saldo rugi, maka dicatat sebagai berikut: Modal Pada Debit xxxx Saldo Rugi Pada Kredit xxxx Sebaliknya bila diketahui terdapat saldo laba, maka dicatat: Saldo Laba Pada Debit xxxx Modal Pada Kredit xxxx d. Akun Prive (bersaldo debet) Akun Prive ditutup ke akun Modal dan dicatat sebagai berikut: Modal Pada Debit xxxx Prive Pada Kredit xxxx
Apa yang dimaksud dengan jurnal pembalik? Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan perkiraan riil baru. Jurnal ini bukan merupakan keharusan meskipun tercantum dalam siklus akuntansi. Jurnal pembalik dibuat dengan tujuan agar pencatatan pada periode berikutnya dapat dilakukan secara wajar sesuai dengan sistem akuntansi yang dipakai.  
Hal-hal yang memerlukan Jurnal Pembalik, antara lain: 1. Beban-beban yang masih harus dibayar. 2. Beban dibayar di muka (bila dicatat sebagai beban). 3. Pendapatan yang masih harus diterima. 4. Pendapatan diterima di muka (bila dicatat sebagai pendapatan). Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu-persatu. 1. Beban yang masih harus dibayar Contoh: Sebuah perusahaan membayar upah mingguan kepada karyawan. Pembayaran upah senantiasa dilakukan pada hari Sabtu untuk 6 hari kerja @ Rp. 10.000,00 = Rp. 60.000,00. Minggu ke I tgl. 06-12-1990 Rp. 60.000,00 Minggu ke II tgl. 13-12-1990 Rp. 60.000,00 Minggu ke III tgl. 20-12-1990 Rp. 60.000,00 Minggu ke IV tgl. 27-12-1990 Rp. 60.000,00 Pada tanggal 27-12-1990 jumlah rekening beban upah adalah Rp. 240.000,00. Pada tanggal 31-12-1990 waktu menutup buku masih terutang upah 3 hari @ Rp. 10.000,00 = Rp. 30.000,00. Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban upah yang terutang adalah sebagai berikut.
Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yangtelah dicatat dalam jurnal.Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhirdalam akuntansi (book of final entry) yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).
Akun adalah suatu penamaan/penomoran yang dipergunakan untuk mengklasifikasikan pos atau rekening transaksi. Setiap jenis pos dalam satu sistem akuntansi harus memiliki kode atau nomor yang dapat dikelompokkan dalam 6 jenis kategori, yaitu: Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Harga pokok penjualan Beban
Neraca percobaan adalah sebuah daftar semua akun buku besar. Daftar ini berisi nama akun dan nilainya. Nilai yang disajikan adalah saldo debet maupun kredit. Saldo debet ditampilkan di sisi (kolom) debet dan saldo kredit ditampilkan di sisi kredit. Laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), dan laporan keuangan lainnya dapat dihasilkan berdasarkan akun-akun yang disajikan dalam neraca percobaan.
Laporan laba Rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari: - Pendapatan dari penjualan - Dikurangi Beban pokok penjualan - Laba/rugi kotor - Dikurangi Beban usaha - Laba/rugi usaha - Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain - Laba/rugi sebelum pajak - Dikurangi Beban pajak - Laba/rugi bersih
Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.
 Unsur-unsur neraca: 1. Harta (aktiva) 2. Utang (kewajiban) 3. Modal (ekuitas) B. Bentuk Neraca Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu: 1. Bentuk skontro Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan. 2 Bentuk staffel Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal. C. Langkah-langkah Penyusunan Neraca 1. Judul Laporan * Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman 2. Isi Laporan * Harta disusun berdasarkan tingkat likuiditas, artinya yang paling lancar ditulis terlebih dahulu, disusul oleh harta yang mudah dicairkan dan akhirnya harta tetap. * Utang disusun berdasarkan tanggal jatuh tempo, artinya utang yang lebih dahulu jatuh temponya ditulis lebih dahulu, sedangkan utang jangka panjang ditulis berikutnya. * Modal disusun berdasarkan lama tidaknya tertanam di perusahaan, artinya modal yang paling lama tertanam pada perusahaan ditulis paling akhir.
Laporan Perubahan Modal adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan yang tejadi pada modal suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu. Unsur-unsur laporan perubahan modal: 1. Modal awal 2. Laba (rugi) bersih 3. Setoran (penarikan) pemilik 4. Modal akhir B. Bentuk Laporan Perubahan Modal Laporan Perubahan Modal biasanya disusun dalam bentuk staffel. C. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Perubahan Modal 1. Judul Laporan * Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman 2. Isi Laporan * Menuliskan besar modal awal * Menambahkan dengan saldo laba dan tambahan investasi jika ada * Mengurangi dengan saldo rugi dan pengambilan prive jika ada * Menghitung dan menuliskan besar modal akhir
Worksheet 10 kolom atau KERTAS KERJA 10 KOLOM adalah catatan akuntansi yang disusun oleh perusahaan sebagai alat bantu dalam penysunan laporan keuangan. Sebagai cacatan worksheet sangat membantu perusahaan untuk menyusun kembali laporan keuangannya. Tetapi yang sangat perlu diingat bahwa worksheet bukan pengganti laporan keuangan, maksudnya meskipun anda sudah menyusun worksheet sangat rapi namun laporan harus tetap dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar