PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS
Boston
Sofian
Pendapatan diakibatkan oleh
kegiatan-kegiatan perusahaan dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk
mempertahankan diri dan pertumbuhan. Seluruh kegiatan perusahaan untuk
mendapatkan pendapatan menimbulkan dua akibat yaitu pengaruh positif atau
pendapatan dan keuntungan serta pengaruh negatif atau beban dan kerugian.
Selisih dari keduanya nantinya menjadi laba.
Terdapat beberapa metode pengakuan pendapatan
pada perusahaan agribisnis berdasarkan beberapa pendapat. Pengakuan pendapatan
agribisnis umumnya di Indonesia mengikuti PSAK dan aturan Bapepam. Selain itu,
juga terdapat metode pengakuan pendapatan menurut Kieso Weygandt dan CICA (Canadian
Institute of Chartered Accountant).

Karakteristik pengakuan pendapatan atau pengakuan
transaksi menurut CICA, yaitu:
- Forward and Future Transaction
Jika kontrol aset di bawah kontrak masa depan
belum terjadi, maka asset masih menjadi bagian dari persediaan. Apabila telah
terjadi, maka transaksi ini termasuk penjualan.
Pada transaksi model ini, diterangkan bahwa
pendapatan diakui saat pekerjaan selesai (persediaan yang siap dijual
terbentuk). Hal ini dikarenakan sudah ada kontrak sebelumnya yang telah dibuat
oleh produser agribisnis dengan penjual. Sehingga begitu musim panen dan
persediaan sudah siap, pendapatan sudah dapat diakui.
Indonesia mempunyai contoh model ini dalam model
PIR (Perkebunan Inti Rakyat). Pembeli, yaitu negara, sudah mengontrak
persediaan perkebunan sebelum masa panen dengan nilai tertentu. Sehingga,
begitu masa panen dan persediaan terbentuk, pendapatan sudah dapat diakui
sebesar kontrak yang telah dibuat sebelumnya.
- Hedging Contract
Merupakan tindakan asuransi, terhadap tren harga
yang tidak menguntungkan. Keuntungan dan kerugian harus ditunda sampai pada
pertanyaan inventaris dijual, dan diakumulasikan dalam penerapan persediaan
atau akun neraca serupa.
Tipe transaksi ini adalah tipe pengakuan
pendapatan setelah terjadi penjualan. Pendapatan tidak dapat diakui saat masa
panen atau persediaan selesai, karena tidak terdapat kontrak penjualan dengan
pembeli sebelumnya. Pengakuan pendapatan ini seperti standar perusahaan
agribisnis, yaitu pendapatan diakui pada saat penjualan terjadi.
- Speculative Contract
Seluruh keuntungan dan kerugian yang berhubungan
dengan kontrak spekulasi sebaiknya dimasukkan dalam pendapatan.
Pada tipe transaksi spekulasi, kemungkinan laba
atau rugi juga diakui walaupun penjualan belum terjadi dan belum terdapat
kontrak penjualan sebelumnya.
Selain CICA, juga terdapat metode pengakuan
pendapatan menurut Kieso dan Weygandt. Beberapa metode tersebut akan diuraikan
sebagai berikut.
- a. Completion of Production
Pada metode ini pendapatan diakui saat
penyelesaian produksi, walaupun belum terjadi penjualan. Pada umumnya yang
menggunakan metode ini adalah pertambangan (seperti logam mulia) dan agricultural
product dengan harga terjamin.
Indonesia menggunakan dasar yang cukup mirip
dengan completion method, yaitu pada PIR (Perkebunan Inti Rakyat).
Pada saat penyelesaian produksi agricultural product, pendapatan dapat
diakui secara langsung karena telah terdapat kontrak yang mengatur sebelumnya
mengenai penjualan dan nilai kontraknya.
- b. Accretion
Pada metode ini, pendapatan diakui jika terdapat
pertambahan nilai dari agricultural product. Pertambahan nilai yang
dimaksud di sini adalah mengenai pertambahan umur atau pertumbuhan tanaman pada
agricultural product. Metode ini dapat digunakan jika harga produk
tidak dipengaruhi oleh produsen.
Metode ini sepertinya masih jarang dipakai di
Indonesia, karena belum ada aturan yang mengatur mengenai pengakuan pendapatan
dengan metode tersebut.
Pada umumnya pengakuan pendapatan pada perusahaan
agribisnis di Indonesia tidak berbeda dengan perusahaan jenis lainnya.
Pengakuan pendapatan sesuai dengan PSAK dan aturan Bapepam. Pengakuan adalah
pencatatan suatu item dalam perkiraan-perkiraan dan laporan keuangan seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Pengakuan itu
termasuk penggambaran suatu item baik dalam kata-kata maupun dalam jumlahnya,
dimana jumlah mencakup angka-angka ringkas yang dilaporkan dalam laporan
keuangan.
Empat kriteria mendasar yang harus dipenuhi
sebelum suatu item dapat diakui adalah :
- Definisi item dalam pertanyaan harus memenuhi definisi salah satu dari tujuh unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
- Item tersebut harus memiliki atribut relevan yang dapat diukur secara andal, yaitu karakteristik, sifat atau aspek yang dapat dikuantifikasi dan diukur.
- Relevansi informasi mengenai item tersebut mampu membuat suatu perbedaan dalam pengambilan keputusan.
- Reliabilitas informasi mengenai item tersebut dapat digambarkan secara wajar dapat diuji, dan netral.
Empat kriteria pengakuan di atas, diterapkan pada
semua item yang akan diakui pada laporan keuangan. Namun SFAC No.5 menyatakan
persyaratan yang lebih mengikat dalam hal pengakuan komponen laba dan pada
pengakuan perubahan lainnya dalam aktiva atau kewajiban.
Sebagai tambahan pada empat kriteria pengakuan
secara umum yang telah dijelaskansebelumnya, pendapatan dan keuntungan umumnya
diakui apabila :
- Pendapatan dan keuntungan tersebut telah direalisasikan.
- Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan laba telah selesai.
Pengakuan pendapatan pada perusahaan agribisnis
juga mengacu pada PSAK no.23.Pengakuan
pendapatan dapat ditinjau dari besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan
akan mengalir ke perusahaan yang diukur dan diprediksikan dengan wajar.
Menurut PSAK No.23
kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara terpisah kepada setiap
transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu untuk menerapkan kriteria
pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara
terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan substansi dari
transaksi tersebut. Sebaliknya, kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau
lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut terikat sedemikian rupa sehingga
pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa melihat rangkaian transaksi
tertentu secara keseluruhan.
Pendapatan dari penjualan barang harus segera
diakui bila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
• Perusahaan telah memindahkan risiko secara
signifikan dan telah memudahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.
• Perusahaan tidak lagi mengelola atau
pengendalian efektif atas barang yang dijual;
• Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan
handal;
• Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang
dihubungkan dengan transaksi akan mengalir ke perusahaan tersebut;
• Biaya yang akan terjadi atau yang akan terjadi
sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan handal;
Bila salah satu kriteria diatas tidak
dipenuhi,maka pengakuan pendapatan harus ditangguhkan.
Di dalam definisi pendapatan sebagai produk
perusahaan dalam mengukur dan melaporkan pendapatan masih menghadapi masalah.
Suatu alternatif pengakuan pendapatan pada waktu penyelesaian kegiatan utama
ekonomi adalah konsep pelaporan pendapatan berdasarkan kejadian kritis atau
yang paling menentukan, dengan kata lain sebagian pendapatan diakui kemudian
jika fungsi atau kegiatan ekonomi tambahan akan terjadi kemudian. Sebaliknya
bahwa nilai tambahan oleh perusahaan seharusnya dialokasikan beberapa titik
waktu, bahkan jika pertambahan nilai oleh perusahaan dilaporkan pada satu titik
waktu saja maka jumlah pendapatan yang ditunjukkan oleh pertambahan nilai
karena faktor-faktor ekonomi lainnya harus dilaporkan pada satu titik waktu saja.
Walaupun pendapatan yang ditunjukkan oleh pertambahan nilai karena
faktor-faktor lainnya sesuah pengakuan utama.
Dari penjelasan mengenai pengakuan pendapatan
diatas, perusahaan harus memilih dengan cermat waktu pengakuan pendapatan
sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan. Apakah diakui pada waktu
penyelesaian kegiatan ekonomi atau pada beberapa titik waktu kegiatan ekonomi.
Untuk itu bagi perusahan dalam menggunakan konsep pengakuan pendapatan memilih
salah satu diantaranya dan diterapkan secara konsisten dalam perusahaan.
Menurut Bapepam, komponen utama pendapatan
perusahaan agribisnis ialah penjualan komoditi yang diproduksi perusahaan
tersebut. Pada umumnya penjualan komoditi dalam negeri diakui pada saat barang
diserahkan kepada pelanggan, sedangkan ekspor komoditi diakui sesuai
persyaratan penjualan. Jika FOB shipping point pendapatan diakui
pada saat komoditi dikirimkan atau FOB destination yang pendapatannya
bisa diakui jika komoditi telah sampai pada pembeli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar