Senin, 05 Mei 2014

PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS



PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS

Boston Sofian
Pendapatan diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan perusahaan dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk mempertahankan diri dan pertumbuhan. Seluruh kegiatan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan menimbulkan dua akibat yaitu pengaruh positif atau pendapatan dan keuntungan serta pengaruh negatif atau beban dan kerugian. Selisih dari keduanya nantinya menjadi laba.
Terdapat beberapa metode pengakuan pendapatan pada perusahaan agribisnis berdasarkan beberapa pendapat. Pengakuan pendapatan agribisnis umumnya di Indonesia mengikuti PSAK dan aturan Bapepam. Selain itu, juga terdapat metode pengakuan pendapatan menurut Kieso Weygandt dan CICA (Canadian Institute of Chartered Accountant).
FOTO STK.JPG
Karakteristik pengakuan pendapatan atau pengakuan transaksi  menurut CICA, yaitu:
  1. Forward and Future Transaction
Jika kontrol aset di bawah kontrak masa depan belum terjadi, maka asset masih menjadi bagian dari persediaan. Apabila telah terjadi, maka transaksi ini termasuk penjualan.
Pada transaksi model ini, diterangkan bahwa pendapatan diakui saat pekerjaan selesai (persediaan yang siap dijual terbentuk). Hal ini dikarenakan sudah ada kontrak sebelumnya yang telah dibuat oleh produser agribisnis dengan penjual. Sehingga begitu musim panen dan persediaan sudah siap, pendapatan sudah dapat diakui.
Indonesia mempunyai contoh model ini dalam model PIR (Perkebunan Inti Rakyat). Pembeli, yaitu negara, sudah mengontrak persediaan perkebunan sebelum masa panen dengan nilai tertentu. Sehingga, begitu masa panen dan persediaan terbentuk, pendapatan sudah dapat diakui sebesar kontrak yang telah dibuat sebelumnya.
  1. Hedging Contract
Merupakan tindakan asuransi, terhadap tren harga yang tidak menguntungkan. Keuntungan dan kerugian harus ditunda sampai pada pertanyaan inventaris dijual, dan diakumulasikan dalam penerapan persediaan atau akun neraca serupa.
Tipe transaksi ini adalah tipe pengakuan pendapatan setelah terjadi penjualan. Pendapatan tidak dapat diakui saat masa panen atau persediaan selesai, karena tidak terdapat kontrak penjualan dengan pembeli sebelumnya. Pengakuan pendapatan ini seperti standar perusahaan agribisnis, yaitu pendapatan diakui pada saat penjualan terjadi.
  1. Speculative Contract
Seluruh keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan kontrak spekulasi sebaiknya dimasukkan dalam pendapatan.
Pada tipe transaksi spekulasi, kemungkinan laba atau rugi juga diakui walaupun penjualan belum terjadi dan belum terdapat kontrak penjualan sebelumnya.
Selain CICA, juga terdapat metode pengakuan pendapatan menurut Kieso dan Weygandt. Beberapa metode tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
  1. a. Completion of Production
Pada metode ini pendapatan diakui saat penyelesaian produksi, walaupun belum terjadi penjualan. Pada umumnya yang menggunakan metode ini adalah pertambangan (seperti logam mulia) dan agricultural product dengan harga terjamin.
Indonesia menggunakan dasar yang cukup mirip dengan completion method, yaitu pada PIR (Perkebunan Inti Rakyat). Pada saat penyelesaian produksi agricultural product, pendapatan dapat diakui secara langsung karena telah terdapat kontrak yang mengatur sebelumnya mengenai penjualan dan nilai kontraknya.
  1. b. Accretion
Pada metode ini, pendapatan diakui jika terdapat pertambahan nilai dari agricultural product. Pertambahan nilai yang dimaksud di sini adalah mengenai pertambahan umur atau pertumbuhan tanaman pada agricultural product. Metode ini dapat digunakan jika harga produk tidak dipengaruhi oleh produsen.
Metode ini sepertinya masih jarang dipakai di Indonesia, karena belum ada aturan yang mengatur mengenai pengakuan pendapatan dengan metode tersebut.
Pada umumnya pengakuan pendapatan pada perusahaan agribisnis di Indonesia tidak berbeda dengan perusahaan jenis lainnya. Pengakuan pendapatan sesuai dengan PSAK dan aturan Bapepam. Pengakuan adalah pencatatan suatu item dalam perkiraan-perkiraan dan laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Pengakuan itu termasuk penggambaran suatu item baik dalam kata-kata maupun dalam jumlahnya, dimana jumlah mencakup angka-angka ringkas yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
Empat kriteria mendasar yang harus dipenuhi sebelum suatu item dapat diakui adalah :
  1. Definisi item dalam pertanyaan harus memenuhi definisi salah satu dari tujuh unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
  2. Item tersebut harus memiliki atribut relevan yang dapat diukur secara andal, yaitu karakteristik, sifat atau aspek yang dapat dikuantifikasi dan diukur.
  3. Relevansi informasi mengenai item tersebut mampu membuat suatu perbedaan dalam pengambilan keputusan.
  4. Reliabilitas informasi mengenai item tersebut dapat digambarkan secara wajar dapat diuji, dan netral.
Empat kriteria pengakuan di atas, diterapkan pada semua item yang akan diakui pada laporan keuangan. Namun SFAC No.5 menyatakan persyaratan yang lebih mengikat dalam hal pengakuan komponen laba dan pada pengakuan perubahan lainnya dalam aktiva atau kewajiban.
Sebagai tambahan pada empat kriteria pengakuan secara umum yang telah dijelaskansebelumnya, pendapatan dan keuntungan umumnya diakui apabila :
  1. Pendapatan dan keuntungan tersebut telah direalisasikan.
  2. Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan laba telah selesai.
Pengakuan pendapatan pada perusahaan agribisnis juga mengacu pada PSAK no.23.Pengakuan pendapatan dapat ditinjau dari besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan yang diukur dan diprediksikan dengan wajar.
Menurut PSAK No.23 kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara terpisah kepada setiap transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan substansi dari transaksi tersebut. Sebaliknya, kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut terikat sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.
Pendapatan dari penjualan barang harus segera diakui bila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
• Perusahaan telah memindahkan risiko secara signifikan dan telah memudahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.
• Perusahaan tidak lagi mengelola atau pengendalian efektif atas barang yang dijual;
• Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan handal;
• Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan   mengalir ke perusahaan tersebut;
• Biaya yang akan terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan handal;
Bila salah satu kriteria diatas tidak dipenuhi,maka pengakuan pendapatan harus ditangguhkan.
Di dalam definisi pendapatan sebagai produk perusahaan dalam mengukur dan melaporkan pendapatan masih menghadapi masalah. Suatu alternatif pengakuan pendapatan pada waktu penyelesaian kegiatan utama ekonomi adalah konsep pelaporan pendapatan berdasarkan kejadian kritis atau yang paling menentukan, dengan kata lain sebagian pendapatan diakui kemudian jika fungsi atau kegiatan ekonomi tambahan akan terjadi kemudian. Sebaliknya bahwa nilai tambahan oleh perusahaan seharusnya dialokasikan beberapa titik waktu, bahkan jika pertambahan nilai oleh perusahaan dilaporkan pada satu titik waktu saja maka jumlah pendapatan yang ditunjukkan oleh pertambahan nilai karena faktor-faktor ekonomi lainnya harus dilaporkan pada satu titik waktu saja. Walaupun pendapatan yang ditunjukkan oleh pertambahan nilai karena faktor-faktor lainnya sesuah pengakuan utama.
Dari penjelasan mengenai pengakuan pendapatan diatas, perusahaan harus memilih dengan cermat waktu pengakuan pendapatan sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan. Apakah diakui pada waktu penyelesaian kegiatan ekonomi atau pada beberapa titik waktu kegiatan ekonomi. Untuk itu bagi perusahan dalam menggunakan konsep pengakuan pendapatan memilih salah satu diantaranya dan diterapkan secara konsisten dalam perusahaan.
Menurut Bapepam, komponen utama pendapatan perusahaan agribisnis ialah penjualan komoditi yang diproduksi perusahaan tersebut. Pada umumnya penjualan komoditi dalam negeri diakui pada saat barang diserahkan kepada pelanggan, sedangkan ekspor komoditi diakui sesuai persyaratan penjualan. Jika FOB shipping point pendapatan diakui pada saat komoditi dikirimkan atau FOB destination yang pendapatannya bisa diakui jika komoditi telah sampai pada pembeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar